Memahami Alur Stok
Pahami bagaimana stok bergerak di sistem Kelola melalui transaksi penjualan, pembelian, retur, dan penyesuaian.
Daftar Isi
- Memahami Alur Stok
- Ikhtisar
- Jenis Pergerakan Stok
- Stok Masuk (Stock In)
- Stok Keluar (Stock Out)
- Transfer Stok
- Alur Stok Standar
- Melacak Riwayat Stok
- Catatan Stok
- Akses Riwayat:
- Penyesuaian Stok
- Kapan Perlu Penyesuaian:
- Cara Penyesuaian:
- Tips Mengelola Alur Stok
- Tiga Operasi Stok
- Stok Masuk: Menambah Persediaan
- Kapan Menggunakan Stok Masuk
- Contoh Alur Stok Masuk
- Stok Keluar: Mengurangi Persediaan
- Kapan Menggunakan Stok Keluar
- Contoh Alur Stok Keluar
- Audit Stok: Mengoreksi Persediaan
- Kapan Menggunakan Audit
- Audit dibanding Stok Masuk/Keluar
- Memilih Operasi yang Tepat
- Cara Jumlah Stok Berubah
- Persamaan Stok
- Kesalahan Umum
- Menggunakan Stok Masuk untuk Barang yang Ditemukan
- Menggunakan Stok Keluar untuk Barang Rusak
- Membuat Banyak Audit Kecil
- Praktik Terbaik Alur Stok
- Catat Segera
- Pastikan Akurat
- Gunakan Catatan
- Praktik per Operasi
- Skenario Umum
- Penjualan Normal
- Retur Pelanggan
- Barang Rusak atau Hilang
- Retur ke Supplier
- Peringatan dan Laporan
- Pemecahan Masalah
- ”Stok tidak berubah”
- ”Jumlah stok salah”
- ”Stok menjadi minus”
- ”Harga modal tidak sesuai”
- ”Riwayat transaksi hilang”
- ”Transfer tidak sampai”
- FAQ
- Draft dan Pengaturan Stok Owner
Memahami Alur Stok
Ikhtisar
Alur stok di Kelola mencakup semua pergerakan produk masuk dan keluar dari inventaris Anda. Memahami alur ini penting untuk mengelola stok dengan akurat.
Jenis Pergerakan Stok
Stok Masuk (Stock In)
Stok bertambah ketika:
- Pembelian: Menerima produk dari supplier
- Retur Penjualan: Pelanggan mengembalikan produk
- Penyesuaian: Koreksi stok positif
Stok Keluar (Stock Out)
Stok berkurang ketika:
- Penjualan: Transaksi kasir
- Retur Pembelian: Mengembalikan produk ke supplier
- Penyesuaian: Koreksi stok negatif
- Rusak/Hilang: Produk tidak layak jual
Transfer Stok
Memindahkan stok antar lokasi (jika menggunakan fitur multi-lokasi):
- Stok berkurang di lokasi pengirim
- Stok bertambah di lokasi penerima
Alur Stok Standar
Pembelian → Stok Masuk → Inventaris → Penjualan → Stok Keluar
↑ ↓
└────── Retur Penjualan ←──────┘
Melacak Riwayat Stok
Catatan Stok
Setiap pergerakan stok tercatat dengan detail:
- Tanggal dan waktu
- Jenis transaksi
- Jumlah perubahan
- Stok sebelum dan sesudah
- Staff yang bertanggung jawab
- Catatan (jika ada)
Akses Riwayat:
- Buka menu Stok
- Pilih produk
- Tekan tab Riwayat Stok
Penyesuaian Stok
Kapan Perlu Penyesuaian:
- Selisih stok fisik vs sistem
- Produk rusak/expired
- Produk hilang
- Saldo awal stok
Cara Penyesuaian:
- Buka menu Stok → Penyesuaian
- Pilih produk
- Masukkan stok aktual
- Sistem menghitung selisih otomatis
- Tambahkan alasan penyesuaian
- Konfirmasi
Tips Mengelola Alur Stok
- Lakukan stock opname rutin (bulanan/mingguan)
- Periksa riwayat stok untuk melacak perbedaan
- Pantau produk dengan pergerakan stok tinggi
- Dokumentasikan setiap penyesuaian dengan alasan yang jelas
Tiga Operasi Stok
| Operasi | Tujuan | Dampak |
|---|---|---|
| Stok Masuk | Mencatat barang yang benar-benar diterima | Jumlah bertambah dan harga modal dapat tercatat |
| Stok Keluar | Mencatat barang yang dijual, dipakai, atau dikirim | Jumlah berkurang dan penjualan dapat tercatat |
| Audit Stok | Menyamakan sistem dengan hitungan fisik | Jumlah disesuaikan naik atau turun |
Stok Masuk: Menambah Persediaan
Kapan Menggunakan Stok Masuk
Gunakan untuk pembelian supplier, retur pelanggan, hasil produksi, atau penerimaan transfer. Catat produk, jumlah, harga beli, supplier, tanggal, dan catatan.
Contoh Alur Stok Masuk
Pesanan pembelian → Barang diterima → Stok Masuk dikirim → Inventaris diperbarui
Jika stok awal 50 dan menerima 100, stok baru menjadi 150.
Stok Keluar: Mengurangi Persediaan
Kapan Menggunakan Stok Keluar
Gunakan untuk penjualan, pemakaian internal, sampel, pengiriman transfer, atau retur ke supplier. Catat produk, jumlah, harga jual, pelanggan, status pembayaran, tanggal, dan catatan.
Contoh Alur Stok Keluar
Pesanan pelanggan → Barang diambil → Stok Keluar dikirim → Inventaris diperbarui
Jika stok 150 dan terjual 3, stok baru menjadi 147.
Audit Stok: Mengoreksi Persediaan
Kapan Menggunakan Audit
Gunakan setelah hitungan berkala, saat menemukan kerusakan, kehilangan, kedaluwarsa, kesalahan entri, stok tambahan, atau saat menetapkan saldo awal.
Audit dibanding Stok Masuk/Keluar
| Situasi | Operasi yang Benar |
|---|---|
| Barang dibeli dari supplier | Stok Masuk |
| Barang dijual ke pelanggan | Stok Keluar |
| Sistem 100, fisik 95 | Audit Stok |
| Menemukan 5 unit tambahan | Audit Stok |
| Menemukan 3 unit rusak saat hitung | Audit Stok |
Catat jumlah fisik, jumlah sistem, selisih, alasan, tanggal, dan catatan. Jika sistem 147 dan fisik 145, audit menyesuaikan -2 sehingga stok akhir 145.
Memilih Operasi yang Tepat
Barang datang dari luar? → Stok Masuk
Barang keluar dari bisnis? → Stok Keluar
Tidak ada pergerakan, tetapi hitungan fisik berbeda? → Audit Stok
Stok sistem sudah sama dengan fisik? → Tidak perlu tindakan
Cara Jumlah Stok Berubah
Contoh: stok awal 50, pembelian +100, penjualan -30, penjualan -20, lalu audit -2 menghasilkan stok akhir 98. Setiap perubahan dapat ditelusuri dari Riwayat berdasarkan produk, tanggal, jenis operasi, dan staf.
Persamaan Stok
Stok Awal + Stok Masuk - Stok Keluar +/- Audit = Stok Saat Ini
Contoh: 100 + 50 - 30 - 20 - 5 + 40 = 135 unit.
Kesalahan Umum
Menggunakan Stok Masuk untuk Barang yang Ditemukan
Barang tambahan yang ditemukan bukan pembelian. Gunakan Audit Stok dan tulis alasan agar biaya serta riwayat supplier tidak berubah secara keliru.
Menggunakan Stok Keluar untuk Barang Rusak
Barang rusak yang ditemukan bukan penjualan. Gunakan Audit Stok dengan alasan Rusak/Hilang agar omzet tidak terdistorsi.
Membuat Banyak Audit Kecil
Selesaikan hitungan fisik terlebih dahulu, kumpulkan semua selisih, lalu kirim satu audit yang terdokumentasi.
Praktik Terbaik Alur Stok
Catat Segera
Kirim transaksi saat barang diterima, dijual, digunakan, atau dipindahkan supaya stok real-time tetap benar.
Pastikan Akurat
Periksa produk, satuan, jumlah, harga, lokasi, dan tanggal sebelum mengirim.
Gunakan Catatan
Tambahkan nomor invoice, PO, alasan koreksi, lokasi, atau konteks lain yang membantu audit.
Praktik per Operasi
- Stok Masuk: cocokkan dengan surat jalan dan harga supplier.
- Stok Keluar: konfirmasi stok, pelanggan, harga, dan pembayaran.
- Audit: hitung secara independen dan dokumentasikan penyebab selisih.
- Transfer: pastikan lokasi asal dan tujuan benar serta barang diterima.
Skenario Umum
Penjualan Normal
Gunakan Stok Keluar dan pilih status pembayaran yang sesuai.
Retur Pelanggan
Buat retur dari transaksi asal agar stok, pembayaran, dan riwayat terhubung dengan benar.
Barang Rusak atau Hilang
Gunakan Audit Stok untuk menyesuaikan ke jumlah fisik dan tulis penyebabnya.
Retur ke Supplier
Gunakan Stok Keluar dan hubungkan catatan dengan supplier atau dokumen retur.
Peringatan dan Laporan
Pantau peringatan stok rendah atau stok minus. Gunakan laporan pergerakan, valuasi, penjualan, dan audit untuk memeriksa tren serta menemukan selisih lebih awal.
Pemecahan Masalah
”Stok tidak berubah”
Pastikan transaksi sudah dikirim, bukan draft, dan bisnis, produk, serta lokasi yang dipilih benar.
”Jumlah stok salah”
Tinjau riwayat sejak hitungan terakhir, cari transaksi ganda atau tanggal yang salah, lalu lakukan Audit Stok setelah menghitung fisik.
”Stok menjadi minus”
Periksa transaksi Stok Keluar dan pengaturan Izinkan Stok Minus. Catat penerimaan yang tertunda atau koreksi melalui audit jika diperlukan.
”Harga modal tidak sesuai”
Periksa harga pada Stok Masuk dan pengaturan rata-rata tertimbang. Koreksi data sumber sebelum mengandalkan laporan laba.
”Riwayat transaksi hilang”
Hapus semua filter, periksa bisnis dan rentang tanggal, lalu pastikan transaksi bukan draft atau telah dihapus.
”Transfer tidak sampai”
Periksa lokasi asal dan tujuan, status pengiriman, serta apakah penerimaan di lokasi tujuan sudah diselesaikan.
FAQ
Apakah audit memengaruhi omzet? Tidak. Audit mengoreksi jumlah dan nilai persediaan, bukan mencatat penjualan.
Kapan sebaiknya audit dilakukan? Sesuai risiko bisnis—mingguan untuk barang cepat bergerak dan minimal bulanan untuk inventaris umum.
Bisakah transaksi stok disimpan dulu? Bisa sebagai draft; stok dan laporan baru berubah setelah draft dikirim.
Draft dan Pengaturan Stok Owner
Form Stok Masuk, Stok Keluar, Audit, dan Transfer dapat disimpan sebagai draft lokal. Draft tidak memengaruhi stok atau laporan sampai dikirim. Lihat Menyimpan dan Melanjutkan Draft Stok.
Owner dapat membuka Lainnya → Pengaturan untuk mengatur Izinkan Stok Minus dan Auto-sesuaikan harga modal saat stok masuk. Opsi harga modal menghitung ulang harga beli berjalan sebagai rata-rata tertimbang setelah setiap Stok Masuk.